Ambassadors List
ASEAN
Investment Law
Press Release
Darmasiswa
BSBI
New Visa Regulation
Visa Application Form
Consular Fees
Indonesian Nationality
Contact
Others
Gema Puspa Nusantara
Gamelan Java
Gamelan Bali
Kolintang
Angklung
Siaran Pers 25.05.2017



Duta Besar DR. Darmansjah Djumala Serahkan Surat Kepercayaan Sebagai Wakil Tetap RI di Wina untuk Badan Tenaga Atom Internasional

Pada tanggal 25 Mei 2017 bertempat di Sekretariat Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) di Wina, Austria, Duta Besar RI Wina, DR. Darmansjah Djumala, selaku Wakil Tetap RI yang terakreditasi pada IAEA telah menyerahkan surat kepercayaan (credentials) kepada Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano.

Pada acara tersebut, Duta Besar Djumala menyampaikan pentingnya Indonesia dan IAEA untuk terus meningkatkan kerjasama, terutama di bidang aplikasi IPTEK nuklir untuk mendukung program pembangunan, khususnya pada sektor-sektor yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas, seperti pertanian, kesehatan, teknologi irradiasi dan penanggulangan dampak bencana alam dan tsunami.

Selain itu, Duta Besar Djumala menekankan pula pentingnya sinergi antara Indonesia dengan IAEA untuk meningkatkan public awareness mengenai pemanfaatan IPTEK nuklir untuk tujuan damai, sehingga kedepannya, produk yang dihasilkan melalui IPTEK nuklir seperti produk pangan dan pertanian tidak hanya terbukti keunggulannya secara ilmiah (scientifically feasible), namun juga dapat kompetitif di pasar (commercially feasible). Dengan demikian, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Ini yang diharapkan dari diplomasi dan kerjasama multilateral yang bersifat membumi.

Direktur Jenderal IAEA menyambut hangat kedatangan Duta Besar Djumala di Wina, serta menyatakan kesiapan IAEA untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di bidang aplikasi IPTEK nuklir untuk pembangunan. Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan misi IAEA untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Direktur Jenderal IAEA juga menyampaikan apresiasi atas peranan penting Indonesia di IAEA dan berbagai kontribusi Indonesia dalam mendukung kinerja IAEA, seperti transfer teknologi nuklir kepada negara-negara lain di kawasan, antar negara berkembang dalam kerangka kerjasama Selatan-Selatan melalui program RCBI (Regional Capacity Building Initiative), dan bantuan untuk renovasi laboratorium IAEA di Seibersdorf.

IAEA adalah sebuah organisasi independen yang didirikan pada 29 Juli 1957 dengan tujuan mempromosikan penggunaan energi nuklir secara damai serta menangkal penggunaannya untuk keperluan militer. IAEA berfungsi sebagai forum antarpemerintah untuk kerjasama ilmiah dan teknis dalam penggunaan teknologi nuklir dan tenaga nuklir secara damai di seluruh dunia. Sekretariat IAEA berada di Wina, Austria, sedangkan jumlah anggotanya 168 negara.

KBRI/PTRI Wina memiliki peranan penting dalam mewujudkan prioritas-prioritas tersebut mengingat ruang kerja KBRI/PTRI Wina di samping bilateral juga meliputi kerja sama multilateral terkait pemanfaatan IPTEK nuklir untuk tujuan damai dan perlucutan senjata nuklir bagi perdamaian dunia.


Wina, 25 Mei 2017





Press Release
Siaran Pers 18.10.2016