Ambassadors List
ASEAN
Investment Law
Press Release
Darmasiswa
BSBI
New Visa Regulation
Visa Application Form
Consular Fees
Indonesian Nationality
Contact
Others
Gema Puspa Nusantara
Gamelan Java
Gamelan Bali
Kolintang
Angklung
Siaran Pers 18.10.2016

Dubes Rachmat Budiman menjadi pembicara pada 2nd International Symposium on Fisheries Crime di Yogyakarta, 9-11 Oktober 2016

Dubes/Watap RI Wina Rachmat Budiman menjadi salah satu pembicara pada pelaksanaan 2nd International Symposium on Fisheries crime di Yogyakarta tanggal 9-11 Oktober 2016. Dubes Rachmat Budiman menyampaikan pandangan mengenai pentingnya tindak lanjut strategis ke depan dalam mengarusutamakan isu kejahatan perikanan (fisheries crime) pada forum UNODC.

Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah melalui pembentukan resolusi untuk memperkuat kerjasama internasional dan pengembangan kapasitas dalam memerangi kejahatan perikanan pada forum CCPCJ. Pandangan tersebut memperoleh dukungan, khususnya dari perwakilan pemerintah Norwegia dan UNODC.

2nd International Symposium on Fisheries Crime merupakan tindak lanjut dari pertemuan pertama di Cape Town, Afsel, pada bulan Oktober 2015. Pertemuan bertujuan untuk memperkuat komitmen internasional melalui kerjasama internasional dan pengembangan kapasitas serta meningkatkan kesadaran global dalam upaya memerangi kejahatan perikanan.

Pertemuan kedua kali ini diselenggarakan Pemri bekerjasama dengan Pemerintah Norwegia, UNODC, dan Nelson Mandela Metropolitan University. Pertemuan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari 45 negara, KBRI/PTRI Wina, perwakilan UNODC, INTERPOL dan beberapa NGO terkait.

Pertemuan tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo. Selain Dubes Rachmat Budiman, simposium menghadirkan para pembicara antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan, KAPOLRI, Deputi Menko Kemaritiman bidang Kedaulatan Maritim, dan perwakilan UNODC.

Pertemuan menghasilkan rekomendasi antara lain perlunya penguatan kerjasama di berbagai tingkatan, termasuk melalui operasi terkoordinasi antara negara yang berbatasan, dalam memerangi kejahatan perikanan, pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan pertukaran pengalaman bagi para penegak hukum dan hakim agar memilik kemampuan dalam mengatasi kejahatan tersebut.


(Sumber: Indra Rosandry)



Siaran Pers 25.05.2017
Siaran Pers 12.09.2016